Twitter
Facebook
Google
Youtube
Rss

Saudi Habiskan 1000 Triliun untuk Ekspor Ajaran Wahabi

Saudi Habiskan 1000 Triliun untuk Ekspor Ajaran Wahabi
  • 2016-04-05 10:04
  • Cetak
  • PDF
  • Bagikan via Facebook
  • Bagikan via Twitter
  • Bagikan via Google Plus
  • Bagikan via Whatsapp
  • Pengunjung 5884
  • Jumlah Komentar 5
  • -
    +

Peran Arab Saudi dalam mensponsori maraknya intoleransi, semangat kebencian dan ekstremisme berbasis agama sepertinya tak bisa lagi dipungkiri. Hal itu dikemukakan oleh Senator Amerika Serikat Chris Murphy, ketika menyoroti persoalan ekstremisme di Pakistan. “Ada sekitar 24,000 madrasah di Pakistan, dan ribuan diantaranya dibiayai dengan dana yang berasal dari Arab Saudi. Mereka mengajarkan model keislaman yang sarat sentimen anti-Syiah dan anti-Barat. Madrasah-madrasah di Pakistan tak ubahnya liga kecil buat ISIS dan Al-Qaeda,” kata Murphy.

Amerika, yang merupakan sekutu Arab Saudi, tampaknya mulai tidak nyaman dengan sepak terjang Arab Saudi dalam mendukung kelompok-kelompok ekstremis. Makin banyak bukti ditemukan bahwa kelompok-kelompok radikal memiliki hubungan yang dekat dengan pemerintahan Arab Saudi. Basis ideologi kelompok radikal ditengarai sebagian besar adalah Wahabi, yang merupakan ideologi resmi pemerintahan Wahabi.

Di depan Dewan Hubungan Luar Negeri akhir Januari 2016, Chris Murphy menyatakan bahwa madrasah-madrasah yang dibiayai Arab Saudi memang tidak secara langsung mengajarkan kekerasan, tetapi mereka mengajarkan ajaran yang banyak mengandung sentimen kebencian yang bisa menumbuhkan semangat untuk bergabung dalam tindakan terorisme. “Wahabisme mereka menumbuhkembangkan radikalisme,” katanya. (Baca: PM Prancis Sebut Wahabi dan Salafi sebagai Ancaman Nasional).

Bukan hanya Murphy, Presiden Amerika Barack Obama baru-baru ini juga menyatakan bahwa Arab Saudi ikut berperan dalam menguatnya ekstremisme di Indonesia. Obama menyebut bahwa Arab Saudi telah menggelontorkan banyak dana ke Indonesia baik untuk membangun madrasah, masjid atau beasiswa, dengan tujuan untuk mengekspor ajaran Wahabi. Sehingga tak heran, kata Obama, karakter Islam Indonesia yang dulu lebih santai dan sinkretik menjadi lebih fundamentalis dan kaku. “Makin banyak perempuan muslim Indonesia yang menggunakan hijab ala Arab Saudi,” kata Obama merujuk kondisi Indonesia terkini.

Menurut perkiraan, sejak 1960 Saudi telah menggelontorkan kurang lebih 100 miliar dolar atau lebih dari 1000 triliun rupiah dalam proyek ekspor ajaran Wahabi dan memperluas pengaruh kerajaan Arab Saudi ke berbagai negara. Angka ini lebih besar dari yang digelontorkan Uni Soviet saat perang dingin melawan Amerika, yang hanya berkisar 7 miliar dolar. (Baca: Mengapa Salafi-Wahabi Sedikit Lagi Jadi Teroris?).

Murphy menekankan pada Kongres Amerika untuk mengevaluasi atau bahkan menghentikan dukungan terhadap operasi militer Saudi di Yaman hingga persoalan ekspor ajaran Wahabi yang memfasilitasi tumbuhnya ekstremisme dan radikalisme dibahas dan dicapai kemajuan bagi kepentingan Amerika.

Namun Amerika tampaknya selalu standar ganda dalam bersikap terhadap Saudi. Sebagaimana kita tahu, Arab Saudi adalah sekutu Amerika di Timur Tengah, yang banyak mendukung kepentingan Amerika di Timur Tengah. Maka ketika Obama ditanya terkait apa yang akan dilakukan Amerika terhadap Saudi yang mensponsori perluasan ekstremisme dan puritanisme yang merugikan Amerika sementara di sisi lain Saudi adalah sekutu politik Amerika, ia hanya bisa menjawab, “It’s complicated.” (Baca: Islam Salafi/Wahabi Alat Pecah Belah Rusia dan Islam).

[Sumber: Satu Islam]

Ajaran Wahabi Arab Saudi Riyadh Dunia Islam

Komentar
  • Bagus, lanjutkan, bongkar taqiyyah syiah ini.

    Luthfi Dita Mulyono | 2016-04-09 : 06:04:5
  • Saya menjadi ragu untuk mendalami ilmu agama. Berbagai versi, berbagai aliran, bahkan berbagai imam yang beda beda. Ahlul bait , Wahabi maupun Nahdizin beda banget. Paham mana yang harus kudalami. Banyak energi terkuras. Jangan jangan yang kupelajari adalah sesat. Rugi dunia dan akhirat.Mana yang menjamin umatnya 100% masuk surga, harapan semua muslim. Bisakah berhenti menyalahkan kelompok lain dan membenarkan kelompoknya. Jauhkan perbedaan, cari kesamaan.Ya Allah ampunilah kami yang tidak bisa membesarkan namaMu dan Rassulmu, hingga banyak orang di belahan lain membenci jika namaMU dan RasulMu disebut.Damailah saudaraku, kuatkan Islam dengan berdamai , jauhkan beda pandangan karena Allah dan Rasul kita sama,Ya Allah ampunilah kami ya Allah. Aku mohon petunjuk padaMu.

    Eka W | 2017-02-04 : 02:02:0
  • Beritanya nga berimbang dan sangat tidak aktual sekali, mohon diklarifikasi setiap berita yang akan di tulis dengan narasumber yang independe & kompeten.Saya liat tulisan di sini sangat sempit sekali pandangannya dan kalo saya bisa katakan bahwa penulisya adalah syiah yang membenci aliran lain yang tidak sepandangan dengan syiah.

    Wartam | 2017-09-04 : 02:09:4
  • Semua itu bisa kita teliti dengan menggunakan akal sehat kita. telaah, cerna, dan cek kembali

    Muhammad Syams | 2017-09-23 : 10:09:4
  • good luck

    SigiTV.com | 2018-04-29 : 08:04:1
All Rights Reserved.
www.haditv.com | Powerd by : Dijlah