Twitter
Facebook
Google
Youtube
Rss

Al-Quran Penawar Akhlak Buruk Kaum Muda

Al-Quran Penawar Akhlak Buruk Kaum Muda
  • 2016-04-12 09:04
  • Cetak
  • PDF
  • Bagikan via Facebook
  • Bagikan via Twitter
  • Bagikan via Google Plus
  • Bagikan via Whatsapp
  • Pengunjung 1962
  • Jumlah Komentar 0
  • -
    +

“Ketahuilah bahwa Al-Quran adalah penasihat yang tak akan mengkhianati, penuntun yang tak akan menyesatkan, dan pembicara yang tak akan membohongi. Tidak ada seorang pun yang duduk bersama Al-Quran kecuali ia mendapatkan tambahan atau pengurangan yaitu tambahan dalam hidayah serta pengurangan dari kebutaan dan kesesatan.”

Itulah sekelumit keutamaan Al-Quran menurut Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalis as.

Salah satu permasalahan yang banyak ditemui di zaman sekarang adalah akhlak buruk sebagian para pemuda[1].

Perang budaya Timur dan Barat di Indonesia memang sudah terjadi sejak dulu dan sekarang efeknya sudah makin terasa.

Sayangnya sebagian budaya Barat yang tak seharusnya ditiru, justru diikuti dan yang seharusnya ditiru, malah diabaikan. Misalnya para pemuda, mereka hanya meniru pergaulan bebasnya saja, namun sikap rajin membaca dan menulis orang Barat, mereka pura-pura tidak tahu menahu.

Penulis menduga terjadinya kebobrokan moral sebagian pemuda, khususnya pemuda Muslim di zaman sekarang adalah akibat jauhnya mereka dari Al-Quran. Mereka tidak mengetahui hakikat dari Al-Quran dan hanya menjadikannya sebagai bacaan (ibarat mantra) di kala mereka ketakutan saat menghadapi suasana angker, atau hanya sekadar bacaan penghias di acara-acara peringatan kematian. Padahal Al-Quran adalah kitab petunjuk agar manusia bisa sampai pada rahmat Ilahi. (Lihat Surah al-An’am ayat 155).

Atau bisa jadi sebagian dari pemuda itu adalah mereka yang kehilangan arah hidup. Mereka tidak mengetahui tujuan hidup. Pemuda yang mengetahui bahwa tujuan mereka adalah sampai pada kesempurnaan, maka ia tak akab melupakan Al-Quran apalagi meninggalkannya. Justru ia akan mempelajari, mencintai dan bersahabat dengan Al-Quran, sehingga ketika ia telah bersahabat dengannya, ia akan mendapatkan pengetahuan darinya, bahkan Al-Quran yang akan memberikan rahasia-rahasianya. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan seorang ulama tafsir kebanggaan Indonesia, Quraish Shihab, yang menulis, “... Pakar berkata, ‘Jika Anda ingin berbicara dengan Allah, maka berdoalah, dan jika Anda ingin Allah berbicara dengan Anda, maka bacalah Al-Quran. Bersahabatlah dengan Al-Quran.’” Setelah itu beliau berkata “Karena sahabat akan menyampaikan kepada sahabatnya rahasia-rahasianya, yang tidak disampaikan kepada siapa yang sekadar berkenalan dengannya. Yakinlah bahwa jika Anda bersahabat dengannya dan bermohon kepada Allah, pasti yang Anda dapatkan akan lebih banyak dari pada usaha Anda.”[2]

Karenanya, para pemuda harus sering duduk membaca dan mempelajari Al-Quran, sehingga ia selalu mempunyai penasihat dan penuntun yang mengingatkan mereka ke jalan yang lurus.

Seperti sudah disebutkan pada awal tulisan, Imam Ali as berkata, “Ketauhilah bahwa Al-Quran adalah penasihat yang tak akan mengkhianati, penuntun yang tak akan menyesatkan, dan pembicara yang tak akan membohongi. Tidak ada seorang pun yang duduk bersama Al-Quran kecuali ia mendapatkan tambahan atau pengurangan yaitu tambahan dalam hidayah serta pengurangan dari kebutaan dan kesesatan.”[3]

Seperti halnya dalam Surah Ibrahim ayat 1[4] juga disebutkan bahwa Al-Quran diturunkan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan terang-benderang. Selain itu, tak dapat disangkal bahwa dengan mempelajari Al-Quran kita bisa menemukan jalan dalam mengarungi kehidupan ini. Sebab seluruh tujuan tarbiati, insani, maknawi, dan materi dari diturunkannya Al-Quran adalah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.[5]

Tidak menutup kemungkinan juga bahwa sebagian para pemuda yang kehilangan jati diri mereka karena tidak mengetahui tujuan dari kehidupan. Saking asyiknya dengan kehidupan dunia, mereka menjadi lalai. Padahal mereka adalah manusia beragama yang seharusnya mengetahui dari mana mereka berasal, sedang dimana mereka sekarang , dan akan kemana mereka nanti. Pemuda yang mampu menjawab tiga pertanyaan itu, berbahagialah mereka. Namun bagi yang masih bingung dengan pertanyaan tersebut, maka datangilah, kunjungilah, bacalah, pelajari dan pahamilah Al-Quran. Jangan sekali-kali memisahkan diri dari Al-Quran.

Sebagai penutup, berikut ini pesan Sayid Ali Khamanei hfz terhadap kaum muda. “Untuk kalian wahai para pemuda yang mulia, saya menasihati kalian untuk memperbanyak cinta kalian pada Al-Quran. Bagi siapa saja yang mempunyai hubungan dengan Al-Quran maka ketahuilah nilai dari hubungan tersebut. Siapa saja yang menghafal Al-Quran ketahuilah nilai menghafal tersebut. Jagalah permata hafalan kalian. Bagi siapa saja yang suka membaca Al-Quran, janganlah meninggalkan rasa suka kalian ini. Bagi siapa saja yang berhubungan dengan Al-Quran, jadikanlah tadabur dan mendalami ayat, makna, dan pemahaman Al-Quran sebagai tujuan kalian. Ini semua menjadikan kita selangkah demi selangkah dekat dengan Al-Quran. Kalau kita sudah cinta Al-Quran, kita dekat dengan Al-Quran, dan pemahaman-pemahaman Al-Quran bisa masuk pada hati kita, pada waktu itu, kita bisa berharap bahwa umat Islam, kemuliaan yang telah dijanjikan Tuhan pasti akan diberikan kepada umat Islam. Kalau seandainya kita sudah cinta dengan Al-Quran seperti inilah yang akan kita rasakan.”[6]

Semoga kedekatan para pemuda dengan Al-Quran, menjadikan akhlak mereka jauh lebih baik dan masalah-masalah moral di negeri tercinta Indonesia, akan semakin berkurang.

[1] Misalnya peristiwa beberapa pekan lalu, seorang anak perempuan Sekolah Dasar berfoto selfie dengan teman lelakinya dalam keadaan berselimut.

[2] Kaidah Tafsir, Quraish Shihab, hlm. 23.

[3] Mizan al-Hikmah, Jilid 10, hal 4805. Terjemahan Arab-Persia.

[4] كِتابٌ أَنْزَلْناهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُماتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلى‏ صِراطِ الْعَزيزِ الْحَميد

[5] Tafsir Nemuneh, hal 262, Jilid 10.

[6] SoftWare Hifdz Mauzhu-e Quran-e Karim معاونت فرهنگی و اجتماعی سازمان اوقاف امور خیریه Tehran.

[Sumber: ABI Press]

Al-Quran Akhlak Kaum Muda Kitab Samawi

Komentar
All Rights Reserved.
www.haditv.com | Powerd by : Dijlah